Sabtu, 05 Mei 2012

KelinchiLa, KelinchiBi

Suka hewan peliharaan?
Mungkin kebanyakan orang suka memelihara, Kucing.
Nggak dipungkiri, sih. Kucing itu lucu, unyu, apalagi kalo keliatan gendut karena bulunya yang lebat dan halu, matanya, hidungnya yang pesek, ah. Intinya lucu.
Tapi, ada salah satu hewan peliharaan yang nggak kalah unyu kalau dibandingin sama kucing.
Yap, berawalan K juga. *bukan kura-kura, bukan kera* guess what? Kelinci.
Menggemaskan. Itu kesan pertama ketika aku melihat sosok mungil itu.
Ada relasi kerja Bapak yang ternak kelinci dan akhirnya, aku diberi cuma-cuma 2 kelinci hitam belang putih.
Jujur, baru kali ini aku liat kelinci hitam.
Biasanya kan warna coklat atau putih ya *kalau mau warna lain, dicat aja. kalau mau kelinci yang girlie bisa dicat pake warna pink.* *bukan saran yang baik, harap abaikan*, ini warna hitam. yang satu ada belang putih di wajahnya.
Unyu banget lah, nggak ngebosenin liat mukanya dan tingkah lakunya. Sekarang sih masih umur 3 bulanan gitu. Masih kecil. Tapi rakus banget makannya. Suka deh kalo liat mereka lagi makan gitu. Nggak pernah ada aksi mogok makan, selalu aja langsung semangat '45 buat makan. Suka juga nyuapin kangkung ke mereka. Yang lucu nih kalo dikasih makan wortel bawaannya berantem. Ga mau kalah 1 sama yang lain. Hidungnya itu lho, tuing tuing gitu. Hahahaha. Bisa ngilangin stres juga liat mereka.
Seminggu sekali, mereka dibiarin keluar dari kandang kuningnya. Kebetulan, teras belakang itu kayak padang rumput, banyak banget rumputnya. Jadi waktu dilepas, mereka excited gitu. Saking excited-nya, aku sama Hani bisa capek waktu ngejar mereka buat masukin ke kandangnya lagi. But, it was funny momments. :*

ini fotonya...
Chila, punyaku

Chibi, punya Hani

Ini aku kasih tips juga memelihara kelinci buat para kelinciers biar kelincinya tetap unyu dan nggak cepet dapet titel "almarhum" :D
→ Kandang harus selalu bersih, sinar matahari bisa langsung masuk, tidak lembab dan usahakan terbuat dari ram-raman yang memungkinkan sirkulasi udara lancer. Baik terbuat dari bambu maupun kawat ram, yang terpenting landasan untuk pijakan dibuat rata (dari papan juga bisa) asal lobang-lobang untuk memungkinkan kotoran bias terus jatuh kebawah.
→ Ukuran kandang di sekat perekor. Minimal ukuran 50 x 50 cm. Buatkan tempat makanan tersendiri agak tinggi agar tidak terinjak-injak.
→ Bagi kelinci siap beranak siapkan kandang yang lebih luas. Siapkan pula kotak kecil yang diberi rerumputan kering agar hangat dan nyaman untuk persiapan anak kelinci lahir.
→ Makanan bisa dari hijau-hijauan, misalnya : rumput lapangan atau kangkung dan sayur mayur yang lain. Usahakan rumput maupun sayur yang diberikan dalam keadaan layu, kecuali makan sendiri di alam saat dilepas.
→ Jangan dicuci agar kadar air dalam sayuran sangat rendah. Selain makanan tersebut, kelinci juga menyukai ubi jalar maupun pohon, dedak / bekatul, bungkil kelapa dan sebagainya. Usahakan makanan kelinci tidak satu jenis secara terus menerus. Hal ini akan menyebabkan kelinci manja dan susah makan makanan yang lain.
→ Pemberian makanan yang tepat sore hari kira-kira mulai jam 18.00 sampai pagi hari jam 07.00. (kelinci biasanya makan sepanjang malam). Siang hari boleh diberikan makanan tambahan secukupnya. Sediakan tempat makan tersendiri agar tidak terinjak-injak dan terkena kencingnya sendiri.
→ Usahakan agar kelinci muda tidak secara terus menerus terkena tanah yang becek dan lembab. Sebab akan terkena penyakit gatal (bahasa jawa : gudigen) Semoga trik singkat ini akan bermanfaat bagi penggemar kelinci, khususnya pemula.
Semoga Chila sama Chibi bisa panjang umur yah :*



2 komentar:

  1. Sering-sering ajak kelincinya bicara, mungkin seperti tumbuhan bisa meningkatkan jalinan tali kasih sayang antar makhluk hidup *eh :D

    BalasHapus
  2. Iya, semoga aja ya, nggak ada yang ngelihat. Bisa dimasukin kandangnya juga kalo gitu :D

    BalasHapus