Hai,
perempuan cantik.
Mengapa
aku memanggilmu cantik?
Karena
aku tahu, mantanku punya selera yang bagus dalam memilih pacar.
Hai,
perempuan pintar.
Mengapa
aku memanggilmu pintar?
Karena
aku tahu, mantanku selalu membanggakan kemampuan otakmu.
Hai,
perempuan baik.
Mengapa
aku memanggilmu baik?
Karena
aku tahu, mantanku selalu mengelukan yang baik-baik tentangmu.
Aku
tahu dirimu, dan kau tahu diriku.
Kita
berteman.
Dulu,
dia milikku. Yang pernah teristimewa di hatiku. Yang pernah menduduki tahta
tertinggi di hatiku. Salah satu hal yang membuatku bersyukur akan hadirnya
cinta.
Tapi
itu dulu, sebelum semuanya menjadi seperti ini. Semenjak hatiku terpisah dengan
hatinya. Sebelum aku memutuskan untuk lebih memilih bahagia dengan yang lain.
Sebelum aku bermain api dibelakangnya. Sebelum aku mengendurkan pelukan
eratnya. Sebelum aku melepaskan pegangan tangannya. Sebelum aku merubah
kebahagiaannya menjadi kesedihan. Sebelum dia menangisi kepergianku. Sebelum
dia menyesali perbuatanku. Sebelum janji itu teringkari.
Kini,
dia menjadi milikmu. Menjadi yang teristimewa untukmu. Menjadi yang terkasih
untukmu. Menjadi alasan mengapa dia. Menjadi alasan mengapa dia harus menghapus
airmatanya. Menjadi alasan mengapa dia tegas untuk melupakan aku, dan kita yang
telah pupus di masa lalu. Menjadi alasan mengapa dia harus membuka lembaran
baru untuk melanjutkan hidupnya. Menjadi yang selalu menghangatkan malammu.
Menjadi yang selalu mencerahkan pagimu. Menjadi yang tidak pernah absen berada
di mimpimu. Menjadi yang tidak pernah absen di dalam tautan doamu.
Sebagai
yang terdahulu, aku hanya berpesan kepadamu. Jagalah dia baik-baik, seperti dia
menjagaku dulu dan menjagamu kini. Sayangi dan cintai dia, seperti dia
mencintaiku dulu dan mencintaimu kini. Setialah kepadanya, seperti dia setia
kepadaku dulu dan kepadamu kini.
Aku
dulu yang mungkin terbaik untuknya. Tapi kini, aku yakin kau yang terbaik
untuknya. Bukan bermaksud sombong, aku dulu memang yang nomor satu di hatinya.
Bertahun-tahun tiada yang bisa menggeser posisiku itu. Tapi, nyatanya kau bisa.
Selamat bersenang-senang, temanku dan mantanku. Semoga bahagia selalu menyertai
kalian. Aku turut berbahagia untuk kalian.
Temanmu dan mantan kekasihmu.
bagus mbak, bagus pake banget :')
BalasHapusmakasih Riiiiin. makasih pake banget :') :*
BalasHapus